Intelliegence Martial Arts of NINJA


Selasa, 22 Juli 2014

Materi Latihan Ninjutsu - NIC

Ninjutsu merupakan ilmu yang digunakan oleh para Ninja. Ninjutsu sendiri terbagi dari 18 teknik yang harus dikuasai oleh seorang Ninja. Hal inilah yang membedakan keahlian seorang Samurai dan Ninja. Untuk menjadi seorang Samurai mereka di wajibkan menguasai 6 hinga 8 jutsu saja. Berikut merupakan ke-18 teknik yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh seorang Ninja:

1. Seishin Teki Kyoyo (Pemurnian Jiwa)
Ninja aliran Togakure sangat mengandalkan pemahaman dan pengenalan jati diri, tenaga fisik, kekuatan dan kelemahan diri, serta seberapa besar daya pengaruh dirinya terhadap lingkungan sekitar. Seorang ninja harus mengetahui dengan tepat dan benar maksud, kehendak, komitmen dan motivasi hidupnya. Perbedaan kecil saja dalam tingkat kematangan jiwa dapat membedakan antara hidup atau mati. Latihan daya tahan mental, cara melihat dan menganalisa keadaan diberikan bersamaan dengan pelatihan fisik. Dengan pemahaman dan penghayatan yang dalam terhadap proses universal, seorang ninja aliran Togakure akan menjadi seorang pendekar yang bijak, berjiwa kokoh karena memiliki pengetahuan yang didasari filosofi tinggi. Keterlibatan ninja dalam suatu duel atau pertarungan akan dimotivasi oleh niat melindungi dan kecintaan bagi yang dilindunginya. Tidak dibenarkan jika seorang ninja bertarung karena semata-mata atas alasan uang atau upah.

2. Tai Jutsu (Tarung Tangan Kosong)
Tai Jutsu merupakan paduan ilmu keterampilan dan keahlian Daiken-Taijutsu, yang terdiri dari pukulan, tendangan dan tangkisan; ilmu Ju-Taijutsu, yaitu gumul (grappling), cekik dan teknik meloloskan diri dari kuncian; ilmu Taihen Jutsu, ilmu gerak tanpa suara meliputi guling, lompat, dan jatuh, keterampilan ini diperlukan saat terancam atau pada situasi bertahan.

3. Ninja Ken (Pedang Ninja)
Pedang ninja memiliki bentuk khas tersendiri yaitu pedang pendek, lurus, bermata tunggal. Pedang ini merupakan senjata utama seorang ninja. Untuk menggunakan pedang ini dituntut dua keahlian utama yaitu ilmu menarik pedang (dengan cepat namun halus gerakannya) sambil sekaligus mengayun untuk memotong, dan keahlian setangkas bermain anggar saat bentrok dengan musuh.

4. Bo Jutsu (Jurus Tongkat dan Bilah)Tongkat yang digunakan oleh ninja ada dua jenis yaitu tongkat panjang, sekitar dua meter (Bo) dan tongkat pendek, dengan panjang sekitar satu meter (Hanbo). Adalagi senjata dari bilah bambu yang bila dibuka didalamnya ada mata pedang yang sepintas tampak seperi tongkat biasa saja.

5. Shuriken Jutsu (Piaw atau Senjata Lempar)
Ilmu lempar senjata yang berupa lempeng baja dengan mata tajam yang bersisi empat seperti bintang (Senban Shuriken) atau seperti paku lempar (Bo Shuriken). Senban Shuriken dilempar sambil dipuntir dan diberi rotasi sehingga bisa menancap sambil memberi efek gergaji, sedangkan Bo Shuriken dilempar dengan cepat satu persatu atau bersamaan beberapa buah hingga terlihat seperti kilatan jarum terbang.

6. Yari Jutsu (Jurus Tombak)
Tombak digunakan dalam pertarungan jarak sedang untuk menangkis dan meredam serangan lawan.

7. Naginata Jutsu (Jurus Pedang Bertongkat)
Naginata merupakan sebuah pedang pendek yang gagangnya dibuat panjang seukuran tombak, lazim digunakan para ninja untuk membacok, membelah dan memotong lawan yang berada dalam jarak sedang. Aliran Ninja Togakure menggunakan golok atau pedang besar dari Cina. Senjata ini sering digunakan untuk menyerang para samurai dan merobohkan tentara berkuda.

8. Kusari Gama (Jurus Rantai dan Bandul)
Kusari Gama merupakan rantai sepanjang dua hingga tiga meter yang diberi bandul pada salah satu ujungnya. Pada ujung yang lain dikaitkan pada gagang arit tradisional Jepang. Rantai digunakan untuk menangkis serangan senjata lawan, sedangkan bilah arit akan dipakai untuk menghabisi lawan yang sudah terjerat. Senjata rantai dan bandul yang disukai oleh para ninja aliran Togakure adalah Kyoketsu-Soge yaitu belati lengkung yang gagangnya dipasangi tali halus dari rambut kuda atau rambut perempuan dan ujung tali yang satu lagi diberi cincin baja besar.

9. Kayaku Jutsu (Ilmu Peledakan dan Pembakaran)
Para ninja sangat ahli dalam penempatan, waktu, serta merakit sekaligus instalasi sistem penghancur, baik itu menggunakan sistem ledak atau pembakaran.

10. Henso Jutsu (Ilmu Menyamar dan Membaur)
Ilmu ini sangat diperlukan saat melaksanakan tugas mata-mata atau spionase. Selain mahir membuat identitas palsu dan mengalihkan perhatian orang, ninja juga dikenal bergerak tanpa bisa dilacak.

11. Shinobi Iri (Ilmu Mengintai dan Menyusup)
Ilmu ini mengajarkan cara bergerak, berjalan dan lari tanpa mengeluarkan suara. Berjalan dan berlindung di bawah bayangan benda lain.

12. Ba Jutsu (Ilmu Berkuda)
Salah satu persyaratan bagi anggota ninja adalah mampu bertempur di atas punggung kuda selain dari kemampuan menunggang kuda yang baik dan benar di segala medan.

13. Sui Ren (Ilmu Tempur di Dalam Air)
Meliputi teknik mengintai dengan cara berenang, bergerak tanpa suara di dalam air, cara menggunakan perahu khusus dan alat apung untuk mengambang di atas air dan teknik perkelahian di dalam air.

14. Bo Ryaku (Ilmu Strategi)
Merupakan ilmu menggunakan taktik yang tak lazim digunakan dalam kondisi bertahan maupun saat berada dalam pertarungan terbuka. Sering seorang ninja memanfaatkan kondisi dan iklim sekitar untuk melaksanakan programnya, tanpa terlalu banyak menggunakan energi sendiri.

15. Cho Ho (Ilmu Mata-mata/Spionase)
Mendalami dan memahirkan teknik spionase, termasuk cara merekrut dan menempatkan orang yang dipakai sebagai mata-mata dengan cara yang paling efektif.

16. Inton Jutsu (Teknik Meloloskan Diri dan Menghilang)
Ninja dikenal pandai untuk lolos tak terlacak dengan bantuan kondisi alam sekitar.

17. Ten Mon (Meteorologi)
Ninja mempelajari teknik memprediksi atau meramalkan serta memanfaatkan cuaca dan musim merupakan bagian penting yang harus diperhitungkan dalam pertarungan. Seorang ninja dilatih terus menerus untuk membaca tanda-tanda alam sampai yang paling kecil agar dapat memperkirakan kondisi cuaca yangn menguntungkan dalam pertarungan.

18. Chi Mon (Geografi)
 Seorang ninja wajib mempelajari geografi. Pengenalan wilayah geografis menjadi syarat utama dalam penyusunan strategi sebuah pertarungan. Pemanfaatan letak geografis untuk meningkatkan pesentase kemenangan seorang ninja.

Kamis, 17 Juli 2014

Ninjutsu Indonesia

NINJUTSU merupakan salah satu ilmu beladiri dari Jepang yang cukup tua dan dikenal keahlian khususnya. Seni beladiri bertarung yang tidak hanya mengandalkan kekuatan namun juga strategi, Ninjutsu berasal dan berkembang sejak abad ke-7 M di daerah Iga pegunungan Togukure di pedusunan Jepang. Konon, pendiri beladiri ini bernama Daisuke Togakure, yang kemudian disempurnakan menjadi teknik berkelahi canggih yang menyatu dengan kegiatan mata-mata dan spiritual. Sejak jaman Dinasti Shogun, para ninja dikenal sebagai kaki tangan kekuasaan feodal jaman dahulu.

NIN artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata Ninja sendiri memiliki arti yang sangat dalam. Karakter Nin terdiri dari 2 bagian. Bagian atas berbunyi Yaiba yang berarti sisi tajam sebuah pisau, bagian bawah berbunyi Kokoro atau Shin, keduanya memiliki arti Hati. Karakter Nin (dapat dilafalkan Shinobi), dapat diartikan ketahanan, ketekunan hati, kesabaran baik fisik dan mental. Definisi lainnya ialah tersembunyi atau secara diam-diam. Dalam arti luas, Nin berarti menyatukan hati, pikiran dan jiwa, atau memiliki sifat seperti sebuah pedang yang semakin tajam kemampuannya bila diasah terus menerus. Sedangkan karakter JA dapat dibaca sebagai Mono yang berarti orang. Dalam arti sempit ninja berarti orang yang bergerak dalam bayangan.

Ninja dikatakan terlarang oleh Shogun Tokugawa di abad ke-17. Tahun 1950 larangan itu dicabut pemerintah Jepang. Salah satu aliran ninja yang membuka diri dan membawa misi untuk memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah pewaris dari generasi ke-34, Profesor (Soke) Masaaki Hatsumi, yang profesi sehari-harinya adalah seorang tabib, sensei ahli penyembuhan tulang. Pada periode 1976-1978, ninjutsu diajarkan ke Amerika Serikat oleh Stephen K. Hayes, yang berguru langsung pada Prof. Masaaki Hatsumi. Sejak saat itu, Ninjutsu mulai berkembang pesat dan menjadi beladiri yang banyak diminati masyarakat umum. Kehadiran Ninjutsu di Indonesia diperkenalkan oleh San Moon Nakamura Sensei, pria yang pernah menimba ilmu ninja di Negeri Kangguru. San Moon Sensei mulai merintis mendirikan Ninjutsu Indonesia Club. San Moon mengatakan, sebagai ilmu beladiri, Ninjutsu tidak hanya sekedar beladiri saja melainkan keahlian full combat. "Disini dipelajari pula skill spionase (mata-mata),  teknik survival (bertahan hidup), trik membuat jebakan untuk lawan, bagaimana membuat intrik, teknik provokasi, kamuflase, ilmu kimia dan toksin serta ilmu lain yang diperlukan untuk bertahan hidup." jelas pria yang menimba ilmu Ninjutsu di Kevin Howthorne Ninjutsu School ini. Hal inilah yang membedakan Ninjutsu dengan ilmu beladiri lainnya. Ilmu beladiri hanya sebagian kecil dari ilmu self defense yang ada dalam Ninjutsu. Dibandingkan dengan beladiri lain, gerakan dan jurus ninjutsu tidak dilengkapi dengan keindahan gerak atau estetika anatomis. Seperti misalnya Kata dalam karate. "Ninjutsu tidak mengenal estetika, karena konsepnya adalah bagaimana harus menang, result oriented. Latihan dilakukan agar bagaimana konsep tersebut menimbulkan reflek dalam kehidupan sehari-hari," jelas San Moon. Oleh karena itu, ninjutsu tidak hanya mengandalkan fisik yang kuat, tetapi stamina, kesabaran, ketelitian dan kejelian. Pemegang Dan IX Jido Kwan ini mengatakan untuk menyandang predikat seorang ninja sangat sulit dan membutuhkan waktu yang panjang. Mereka harus benar-benar interest menjadi seorang ninja, karena skill yang diperoleh pada dasarnya adalah untuk membunuh. Oleh karena itu, San Moon mengaku tidak mudah meluluskan anak didiknya sebagai seorang ninja. "Harus benar-benar saya kenal siapa dia, apa motivasinya, layaknya seperti mengenal anak sendiri," ungkap pria yang mengajar Ninjutsu sejak tahun 1994 ini.

Ia pun harus melewati serangkaian tes yang sulit dan unik sebelum mempelajari Ninjutsu di Australia. Salah satunya, ia sempat mengalami peristiwa penculikan untuk dapat diterima menjadi murid. Sebelumnya diajarkan terlebih dahulu sejumlah teknik awal ninjutsu, dilakukan latihan pemurnian jiwa (Seishin Teki Kyoyo). Kemudian barulah diajarkan teknik dasar ninjutsu seperti Tai Jutsu (tangan kosong), Ken Jutsu (pedang ninja), Bo Jutsu (jurus tongkat dan bilah), Shuriken Jutsu (senjata lempar), Yari Jutsu (jurus tombak), Naginata Jutsu (jurus pedang bertongkat), Kusari Gama (jurus rantai dan bandul), Kayaku Jutsu (ilmu peledak-pembakaran), Henso Jutsu (menyamar dan membaur), Shinobi Iri (mengintai dan menyusup), Sui Ren (ilmu tempur di dalam air), Bo Ryaku (ilmu strategi), Cho Ho (ilmu mata-mata/spionase), Inton Jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang), Ten Mon (meteorologi), dan Chi Mon (geografi).