Intelliegence Martial Arts of NINJA


Kamis, 17 Juli 2014

Ninjutsu Indonesia

NINJUTSU merupakan salah satu ilmu beladiri dari Jepang yang cukup tua dan dikenal keahlian khususnya. Seni beladiri bertarung yang tidak hanya mengandalkan kekuatan namun juga strategi, Ninjutsu berasal dan berkembang sejak abad ke-7 M di daerah Iga pegunungan Togukure di pedusunan Jepang. Konon, pendiri beladiri ini bernama Daisuke Togakure, yang kemudian disempurnakan menjadi teknik berkelahi canggih yang menyatu dengan kegiatan mata-mata dan spiritual. Sejak jaman Dinasti Shogun, para ninja dikenal sebagai kaki tangan kekuasaan feodal jaman dahulu.

NIN artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata Ninja sendiri memiliki arti yang sangat dalam. Karakter Nin terdiri dari 2 bagian. Bagian atas berbunyi Yaiba yang berarti sisi tajam sebuah pisau, bagian bawah berbunyi Kokoro atau Shin, keduanya memiliki arti Hati. Karakter Nin (dapat dilafalkan Shinobi), dapat diartikan ketahanan, ketekunan hati, kesabaran baik fisik dan mental. Definisi lainnya ialah tersembunyi atau secara diam-diam. Dalam arti luas, Nin berarti menyatukan hati, pikiran dan jiwa, atau memiliki sifat seperti sebuah pedang yang semakin tajam kemampuannya bila diasah terus menerus. Sedangkan karakter JA dapat dibaca sebagai Mono yang berarti orang. Dalam arti sempit ninja berarti orang yang bergerak dalam bayangan.

Ninja dikatakan terlarang oleh Shogun Tokugawa di abad ke-17. Tahun 1950 larangan itu dicabut pemerintah Jepang. Salah satu aliran ninja yang membuka diri dan membawa misi untuk memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah pewaris dari generasi ke-34, Profesor (Soke) Masaaki Hatsumi, yang profesi sehari-harinya adalah seorang tabib, sensei ahli penyembuhan tulang. Pada periode 1976-1978, ninjutsu diajarkan ke Amerika Serikat oleh Stephen K. Hayes, yang berguru langsung pada Prof. Masaaki Hatsumi. Sejak saat itu, Ninjutsu mulai berkembang pesat dan menjadi beladiri yang banyak diminati masyarakat umum. Kehadiran Ninjutsu di Indonesia diperkenalkan oleh San Moon Nakamura Sensei, pria yang pernah menimba ilmu ninja di Negeri Kangguru. San Moon Sensei mulai merintis mendirikan Ninjutsu Indonesia Club. San Moon mengatakan, sebagai ilmu beladiri, Ninjutsu tidak hanya sekedar beladiri saja melainkan keahlian full combat. "Disini dipelajari pula skill spionase (mata-mata),  teknik survival (bertahan hidup), trik membuat jebakan untuk lawan, bagaimana membuat intrik, teknik provokasi, kamuflase, ilmu kimia dan toksin serta ilmu lain yang diperlukan untuk bertahan hidup." jelas pria yang menimba ilmu Ninjutsu di Kevin Howthorne Ninjutsu School ini. Hal inilah yang membedakan Ninjutsu dengan ilmu beladiri lainnya. Ilmu beladiri hanya sebagian kecil dari ilmu self defense yang ada dalam Ninjutsu. Dibandingkan dengan beladiri lain, gerakan dan jurus ninjutsu tidak dilengkapi dengan keindahan gerak atau estetika anatomis. Seperti misalnya Kata dalam karate. "Ninjutsu tidak mengenal estetika, karena konsepnya adalah bagaimana harus menang, result oriented. Latihan dilakukan agar bagaimana konsep tersebut menimbulkan reflek dalam kehidupan sehari-hari," jelas San Moon. Oleh karena itu, ninjutsu tidak hanya mengandalkan fisik yang kuat, tetapi stamina, kesabaran, ketelitian dan kejelian. Pemegang Dan IX Jido Kwan ini mengatakan untuk menyandang predikat seorang ninja sangat sulit dan membutuhkan waktu yang panjang. Mereka harus benar-benar interest menjadi seorang ninja, karena skill yang diperoleh pada dasarnya adalah untuk membunuh. Oleh karena itu, San Moon mengaku tidak mudah meluluskan anak didiknya sebagai seorang ninja. "Harus benar-benar saya kenal siapa dia, apa motivasinya, layaknya seperti mengenal anak sendiri," ungkap pria yang mengajar Ninjutsu sejak tahun 1994 ini.

Ia pun harus melewati serangkaian tes yang sulit dan unik sebelum mempelajari Ninjutsu di Australia. Salah satunya, ia sempat mengalami peristiwa penculikan untuk dapat diterima menjadi murid. Sebelumnya diajarkan terlebih dahulu sejumlah teknik awal ninjutsu, dilakukan latihan pemurnian jiwa (Seishin Teki Kyoyo). Kemudian barulah diajarkan teknik dasar ninjutsu seperti Tai Jutsu (tangan kosong), Ken Jutsu (pedang ninja), Bo Jutsu (jurus tongkat dan bilah), Shuriken Jutsu (senjata lempar), Yari Jutsu (jurus tombak), Naginata Jutsu (jurus pedang bertongkat), Kusari Gama (jurus rantai dan bandul), Kayaku Jutsu (ilmu peledak-pembakaran), Henso Jutsu (menyamar dan membaur), Shinobi Iri (mengintai dan menyusup), Sui Ren (ilmu tempur di dalam air), Bo Ryaku (ilmu strategi), Cho Ho (ilmu mata-mata/spionase), Inton Jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang), Ten Mon (meteorologi), dan Chi Mon (geografi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar